Teduhnya Jenazah Pemuda Pecinta Al-Qur'an Ini (Muhammad Al Fatih Syukur)
Sumber: https://www.fikroh.com/2021/02/teduhnya-jenazah-pemuda-pecinta-al-quran.html

Fikroh.com - MasyaAllah, teduh nian wajah jenazah Akhi Fatih Syukur. Segar nampak raut mukanya memancarkan aura dan keharuman. Ia seperti sedang tertidur dan tengah bermimpi Indah. Wajah inilah yang senantiasa dipenuhi lantunan asma Allah dan ayat-ayat-Nya. Sungguh wajahnya nan teduh ini menampakan apa yang sedang ia saksikan dan memberitahu kita dimana kelak ia akan berada.
Selamat Jalan Akhi Fatih Syukur...
Kami semua sayang padamu, sangat besar harapan ummat padamu, namun kami yakin Allah lebih sayang padamu, sehingga Allah memanggilmu saat sedang menjalankan ibadah puasa sunnah, dalam usia yang masih sangat muda, yakni 18 tahun.
Kami semua sedih, kami semua berduka, namun kami yakin kau telah tersenyum di sana, bersiap melantunkan kembali ayat-ayat yang telah setia kau bersamai dalam hidup yang singkat ini. InsyaAllah, engkau dicatat sebagai syuhada akhirat, karena berpulang saat sedang berjuang menuntut ilmu di negeri Kinanah, Mesir. Kelak engkau akan menjadi jalan kebaikan bagi kedua orang tuamu.
Hari ini sosok pemuda pecinta Qur'an ini telah pergi mendahului kita semua dengan segenap keshalehannya, sementara kita masih terus termangu di sudut dunia fana yang penuh fitnah ini. Semoga Allah menutup akhir kehidupan kita dalam keadaan Husnul Khatimah. Aamiin.
Namanya Muhammad Al Fatih Syukur, seorang Pelajar di Ma'had Bu'uts al-Azhar, dan September 2021 ini rencananya akan menjadi mahasiswa al-Azhar. Akhi Fatih merupakan putra dari Ustadz Fatahillah Syukur (Pejuang Islam Kaffah dari Ternate).
Kemarin Rabu 10 Febuari 2021 sekitar jam 09.30 waktu Cairo (jam 14 .30 WIB) alm ananda Muhammad Al-Fatih Syukur diterbangkan menuju Indonesia dengan maskapai Turkey Airline dan sampai bandara Sokarno-Hatta pada kamis 11 Febuari sekitar jam 18.00 WIB sore
Dilanjutkan penerbangan ke daerah asalnya di Ternate dengan pesawat Garuda Indonesia Airline, Jum'at 12 Febuarai dinihari Jam 01.35 WIB dari soetta dan tiba di Ternate pada hari yang sama jam 07.25 WIT pagi.
Sungguh jauh, panjang dan lama perjalananmu Nak.
Di hari jum'at yang berkah raga ananda dipertemukan oleh Allah dengan kedua orang tua dan sanak keluarga, setelah berpisah saat mengantarkannya dulu untuk tholabul ilmu ke negeri kinanah pada 11 September 2018. Perjuangan menuntut ilmu sebagai bekal menjadi ulama pewaris para Nabi. Namun Allah SWT berkehendak yang lebih indah untuk ananda dan kedua orang tuanya, setelah terpisah selama 2 tahun 5 bulan hanya jasad ananda yang kembali berjumpa kedua orang tua dan sanak keluarga dan ruhnya telah berada di Surga-Nya -in sya Allah-.
Saat berpulang ia dalam keadaan berpuasa sunah, setelah beberapa jam sebelumnya sempat menjadi imam sholat shubuh. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam usia yang masih sangat muda, yakni 18 tahun. InsyaAllah, husnul khatimah, sebab beberapa hari sebelum meninggal, almarhum sempat meminta temannya untuk mencukur rambut dan merapikan kumisnya. Ia seakan telah siap menyambut kematian yang begitu indah. MasyaAllah.
Akhuna Fatih adalah sosok pemuda yang sholeh, penghapal Qur'an, ta’zhim luar biasa kepada guru-guru dan sangat memuliakan kedua orangtuanya. Ia juga sering menjadi imam sholat, karena hapalan dan suaranya merdu.
Selamat Jalan Akhi Fatih Syukur...
Allah memanggilmu saat sedang berpuasa sunnah, dalam perjuangan menuntut ilmu di Negeri Kinanah, Mesir. Diusaikan engkau dari segala persoalan dunia, sebab Allah lebih sayang padamu. InsyaAllah, engkau dicatat sebagai Syuhada. Semoga Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keridaan-Nya serta membalas setiap perjuangan dakwahmu dengan sebaik-baik balasan berupa surga-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.
Sumber: https://www.fikroh.com/2021/02/teduhnya-jenazah-pemuda-pecinta-al-quran.html
SELAMAT JALAN ANANDA AL FATIH.. Surga menantimu Nak
Nama lengkapnya Muhammad Al Fatih Syukur Bin Fatahillah Syukur asal Ternate, pelajar Ma’had Al Azhar Kairo kelas 2 tsanawi (SMA), salah satu murid binaan kami di Markaz Birrul Walidain Kairo kedatangan September 2018.
26 jumadil Akhir -08 Februari 2021 sekitar jam 06 sore waktu Kairo Al Fatih menghembuskan nafas terakhir. Almarhum meninggal tanpa sakit kondisi beliau sehat bugar di usia 18 tahun.
Saat datang ke kairo Al Fatih sudah pernah menyetorkan 20 Juz sekali duduk di SMP & SMA Khoiru Ummah Bogor, dan biidznillah saat di kairo beliau sudah mengkhatamkan Al Quran 30 Juz menjelang Ramadhan tahun lalu, dan beliau meminta waktu untuk mempersiapkan setoran 30 juz dalam sekali duduk. Jumat ini 12 Februari sejatinya jadwal tasmi beliau, mentasmikan hafalan beliau yg belum ditasmikkan dalam sekali duduk.
Tahun ajaran depan 2021/2022 sejatinya Al Fatih sudah bisa menjadi mahasiswa universitas Al Azhar jika mengambil kelas akselerasi di bulan Agustus nanti. Masih tergambar semangat almarhum 5 hari yang lalu sebelum kematian almarhum, tidak seperti biasanya Al Fatih menemui saya setelah melaksanakan sholat shubuh berjamaah, beliau mengungkapkan keinginannya masuk Kuliyatul Quran Al Azhar di Provinsi Thanta Mesir untuk mandalami Ilmu Qiraat dan kemungkinan lain mendalami Ilmu Qiraat jika harus mengambil kuliah jurusan ushuluddin atau jurusan sastra arab. Kami berdua berdiskusi cukup lama lebih dari setengah jam, saya melihat antusiasnya yang cukup besar untuk mendalami Ilmu Qiraat.
Berdasarkan penuturan guru nahwu Al Fatih juga sudah mutqin menghafal 500 an bait alfiyah Ibnu Malik serta memamahi dengan baik hampir setengah kitab Syarh Ibnu ‘aqil.
Al Fatih juga merupakan personel Khutabaul Markaz Birrul walidain, tim khusus yang dibuat untuk memotivasi dan membantu teman-temanya dalam berpidato Bahasa arab dan Indonesia. Seketika terlintas dalam ingatan saya ketika beliau berpidato dengan Bahasa Arab retorikanya sangat bagus, lisannya sangat fasih, mirip dengan khatib- khatib Sholat Jumat di Kota Kairo.
Di hari kematian almarhum beliau adalah imam sholat shubuh kami di markaz. Saya semakin terisak haru ketika mengingat kembali ayat terakhir yang dibaca Al Fatih dengan suara merdunya :
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
Hati ini semakin rindu akan sosoknya ketika saya mengingat dengan jelas di jadwal tahfizh pagi tepat di hari wafatnya, almarhum menyetorkan hafalan Al Quran sebanyak setengah juz dengan ayat terakhir :
"Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 128)
Saya yakin insyaAllah ini semua adalah sebagian dari tanda- tanda beliau husnul khotimah, ditambah lagi kesaksian Para guru beliau dari Indonesia maupun Mesir dan teman teman beliau bahwa almarhum adalah orang yang sangat baik, ta’zhim luar biasa kepada guru-guru dan sangat memuliakan kedua orangtuanya. Bahkan menurut penuturan teman almarhum beliau meninggal dalam keadaan berpuasa sunah. Dan ternyata beberapa hari sebelum beliau meninggal, almarhum meminta teman yang biasa mencukur rambut untuk merapikan rambut serta kumis almarhum. Allahu akbar beliau seakan siap menyambut kematian yang begitu indah serta sahur di dunia berbuka di jannah.
Terakhir kami Markaz Birrul Walidain mengucapkan banyak terimakasih dan apresiasi yang sebesar- besarnya kepada seluruh pihak yang sudah banyak membantu segala sesuatu yang dibutuhkan demi kelancaran kepulangan almarhum ke Indonesia hari ini jam 09 : 30 waktu Kairo, bapak –bapak dan Asatidz Protkons KBRI Atdikbud Cairo , Presiden – dan wakil Ppmi Mesir , Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS), HPIM dan tidak lupa tentunya, kepada para pembina serta santri ikhwan – akhwat Markaz Birrulwalidain & ITMB.
Tak lupa kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga besar almarhum di ternate khususnya pada kedua orangtua beliau Fatah Al Imam Rugaya Pandawa yang sungguh sangat luar biasa responnya ketika kami sampaikan kabar duka ini. Begitu sabar dan ikhlas menerima qodhoNya. MasyaAllah Allahu Akbar.
Selamat jalan ananda.. berbahagialah di surgaNya Allah. Naiklah terus pada tingkatan surga Allah sebagaimana hafalan & tilawah quranmu. Seperti yang diungkapkan dalam hadits :
Dikatakan kepada Shahibul Qur`an (di akhirat): “Bacalah Al-Qur`an dan naiklah ke surga serta tartilkanlah (bacaanmu) sebagai mana engkau tartilkan sewaktu di dunia. Sesungguhnya kedudukan dan tempat tinggalmu (di surga) berdasarkan akhir ayat yang engkau baca”.
Wallahua’lam.
(Diambil dari FB Ustadz Rio Gunawan Pulungan)
Komentar
Posting Komentar