Sejarah Baitul Maqdis
Kenapa Palestina bisa seperti sekarang ini?
Baitul Maqdis merupakan simbol dari 3 agama besar yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam, tapi kenapa daerah tersebut tidak kunjung damai dan terus menerus konflik?
Palestina yang kita kenal sekarang sebenarnya ada dua daerah. Yang pertama adalah daerah westbank (tepi barat sungai yordan) yang cendrung lebih aman, dan satu lagi wilayah namanya gaza yang sekarang gaza itu dipimpin oleh yang namanya hamas.
Gaza ini seperti the word largest prison (penjara terbesar di dunia), karena gaza ini berbatasan sebelah barat dayanya dengan mesir, di sanalah ada sebuah pintu yang namanya pintu rafah, selain itu ada 7 pintu lainnya yang langsung berbatasan dengan israel. Dan sebelah barat berbatasan dengan laut mediterania. Jadi memang gaza ini tertutup dari arah manapun, gaza pernah diboikot dari listrik, air bersih juga sulit di sana, dan gaza juga mengalami kesulitan berbagai fasilitas lainnya namun mereka tetap bisa bertahan hidup (tentu karena pertolongan Allah).
Gaza ini juga terletak di satu wilayah lagi yang disebut dengan Palestina, dan di sana ada satu kota yang dalam bahasa internasional disebut dengan nama Yerussalem, yang orang-orang muslim lebih mengenal dengan nama AlQuds. Kota Yerussalem ini adalah daerah yang suci bagi 3 agama, yaitu agama Yahudi, Nasrani, dan Islam. Bagi orang-orang Yahudi kota ini adalah tanah terjanji dari Tuhan bagi mereka yang mereka ambil dari kitab-kitab suci mereka. Bagi orang Nasrani/Kristen Yesrussalem adalah tempat Yesus mengadakan perjamuan terakhir sebelum dia dikhianati oleh Yudas Iskariot dan di sinilah ada tempat yang namanya Bukit Golgota yang mereka yakini sebagai tempat penyalipan Yesus Kristus, walaupun tentu orang Muslim keyakinannya berbeda. Dan bagi orang Muslim Yerussalem adalah kiblat pertama kaum Muslim, yaitu Masjidil Aqsha. Maka Allah mengabadikan betapa pentingnya daerah Masjidil Aqsha ini dalam surat Al Isra ayat 1.
Rasulullah berpesan kepada kaum muslimin: "Jangan bersusah payah pergi kecuali ke tiga tempat, yaitu Masjidil Haram, Masjid Rasulullah (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha" (Hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim).
Dalam banyak hadits yang lain Rasulullah senantiasa menekankan pentingnya, indahnya, bagusnya, berartinya Masjidil Aqsha bagi kaum muslimin.
Maka ini menjadi satu tempat yang sangat penting bagi 3 agama di dunia, khususnya di satu komplek yang namanya komplek Masjidil Aqsha atau Haikal Sulaiman dalam pandangan orang-orang Yahudi.
Jadi Masjidil Aqsha adalah satu tempat yang dinamakan komplek Al Aqsha (komplek Masjidil Aqsha). Kenapa dikatakan komplek? Karena memang pada saat itu bentuknya bukan kayak sekarang, bentuknya cuma sebidang tanah (belum ada bangunan dan kubahnya), dan sebidang tanah itu disebut dengan Masjidil Aqsha.
Ciri-ciri Masjid atau syarat-syarat Masjid cuma ada tiga: pertama: ada tempatnya, kedua: punya batas, dan ketiga: punya kiblat.
Di Masjidil Aqsha itu terdapat kubah As-Shakhra atau kubah batu yang bewarna emas, karena Umar bin Khattab pergi ke sana dia melihat ada suatu tempat dan ada batu di sana, beliau berkata inilah tempat Rasulullah mi'raj ke Sidhratul Muntaha, maka dibuatkan kubah di situ maka dinamakan kubah yang melindungi batu (yang dibawahnya ada batu). Di depan kubah shakhra ada sebuah Masjid yang kubahnya warna
Komentar
Posting Komentar